Kamis, 25 Juni 2009
Gejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang Berlebihan
1. Opiat (heroin, morfin, ganja)- perasaan senang dan bahagia- acuh tak acuh (apati)- malas bergerak- mengantuk- rasa mual- bicara cadel- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)- gangguan perhatian/daya ingat
2. Ganja- rasa senang dan bahagia- santai dan lemah- acuh tak acuh- mata merah- nafsu makan meningkat- mulut kering- pengendalian diri kurang- sering menguap/ngantuk- kurang konsentrasi- depresi
3. Amfetamin (shabu, ekstasi)- kewaspadaan meningkat- bergairah- rasa senang, bahagia- pupil mata melebar- denyut nadi dan tekanan darah meningkat- sukar tidur/ insomnia- hilang nafsu makan
4. Kokain- denyut jantung cepat- agitasi psikomotor/gelisah- euforia/rasa gembira berlebihan- rasa harga diri meningkat- banyak bicara- kewaspadaan meningkat- kejang- pupil (manik mata) melebar- tekanan darah meningkat- berkeringat/rasa dingin- mual/muntah- mudah berkelahi- psikosis- perdarahan darah otak- penyumbatan pembuluh darah- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali- distonia (kekakuan otot leher)
5. Alkohol- bicara cadel- jalan sempoyongan- wajah kemerahan- banyak bicara- mudah marah- gangguan pemusatan perhatian- nafas bau alkohol
6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)- bicara cadel- jalan sempoyongan- wajah kemerahan- banyak bicara- mudah marah- gangguan pemusatan perhatian
Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif
a. Fisik- berat badan turun drastis- mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman- tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan- buang air besar dan kecil kurang lancar- sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
b. Emosi- sangat sensitif dan cepat bosan- bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang- emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya- nafsu makan tidak menentu
c. Perilaku- malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya- menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga- sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam- suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang- selalu kehabisan uang- waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya- takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi- sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”- sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat- sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan- mengalami jantung berdebar-debar- sering menguap- mengeluarkan air mata berlebihan- mengeluarkan keringat berlebihan- sering mengalami mimpi buruk- mengalami nyeri kepala- mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi
Kamis, 11 Juni 2009
Kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik akan Berlangsung di Bali
Pada tanggal 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini. Sebanyak 3,000 peserta dari 51 negara
Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM yang juga adalah Ketua Masyarakat Peduli AIDS Indonesia, mengatakan "kami mengenal ICAAP sebagai forum AIDS kedua terbesar di dunia, dan berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan penting ini. Kami tergugah oleh keputusan tersebut dan akan bekerja keras agar kegiatan kongres betul-betul dapat memajukan upaya regional dalam menanggulangi HIV dan AIDS secara efektif baik pada hari ini maupun di kemudian hari."
JVR Prasada Rao, Director, Regional Support Team,
Kongres ini akan berlangsung di Bali Internasional Convention Center (BICC) di kawasan Nusa Dua, dan akan secara resmi dibuka pada 9 Agustus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK).
ICAAP merupakan ajang pertemuan dua tahun sekali untuk berdiskusi dan menyebarluaskan perkembangan ilmu, program dan kebijakan dalam rangka respon global terhadap HIV/AIDS dan diselenggarakan oleh AIDS Society of Asia and the Pacific (ASAP). Dalam pesannya kepada 91h ICAAP, Professor Myung-Hwan Cho, Presiden ASAP, mengatakan "
Menurut Independent Commission on AIDS in
Agar bisa tercapai Millenium Development Goals (MDGs) untuk masalah HIV dan AIDS, ada persyaratan bahwa semua negara mampu menghentikan dan memutar-balikkan penyebaran epidemi ini pada tahun 2015, termasuk di dalamnya target Universal Access pada 2010 yang mensyaratkan bahwa semua orang yang memerlukan pengobatan dapat memperolehnya, dan bahwa ada urgensi memperkuat sistern layanan kesehatan masing-masing negara dalam melalukan penanggulangan dan memberikan layanan yang efektif.
Rao melanjutkan, "yang menarik adalah bahwa kongres ini dapat menunjukkan kemajuan sangat pesat yang dilakukan oleh berbagai kelompok komunitas, yang bekerja bahu-membahu dan bermitra dengan pemerintah dan mitra lainnya, dalam mengupayakan penanggulangan di banyak negara Asia Pasifik ini"
Sebagaimana dalam ICAAP yang lalu, agenda kongres akan terdiri atas Sesi Pleno dengan peneliti, tokoh-tokoh masyarakat dan spesialis kebijakan dapat berbagi informasi dan pengalaman terkini; 24 simposium dengan berbagai topik, antara lain upaya mengatasi hambatan legal dan kriminalisasi populasi berisiko, dan sebuah sesi kepemimpinan bagi peserta dari Pasifik; 64 sesi presentasi oral yang berkaitan dengan pencegahan, perawatan, dukungan, perawatan dan pengobatan HIV dan AIDS, memahami faktor sosial-budaya, ekonomi dan poilitik penanggulangan AIDS, serta kepemimpinan.
Pembicara tamu termasuk Michel Sidibe, UNAIDS Executive Director; Michel Kazatchkine, Director of the Global Fund for AIDS, TB and Malaria (GFATM); Kyung-Wha Kang, UN Deputy High Commissioner for Human Rights; Dr Nafiz Sadik, Special Envoy for AIDS in Asia and the Pacific; Myung Hwan Cho, President of AIDS Society of Asia and Pacific (ASAP) dan perwakilan dari Seven Sisters, Asia Pacific Network of People Living with HIV (APN+), Asia Pacific Network of Sex Workers (APNSW), CARAM Asia, Asian Harm Reduction Network (AHRN), APCASO, dan APN Rainbow.
Selain itu juga akan ada 32 Skills Building Workshop yang bertujuan membantu peserta meningkatkan kemampuan peserta dalam tugas mereka sehari-hari, serta Pertemuan Satelit dan Pameran yang memperlihatkan upaya sektor swasta, lembaga pemerintah dan internasional dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
Sebuah Forum Komunitas akan berlangsung sebelum kongres pada 7 - 8 Agustus, yang akan menyatukan berbagai komunitas sehingga dapat bersama-sama mengidentifikasi dan bertukar pikiran mengenai berbagai isu yang menjadi perhatian komunitas. Ada tujuh komunitas akan hadir dalam forum ini termasuk orang yang hidup dengan HIV (ODHIV); Pengguna Napza Suntik (penasun); Komunitas Antar Iman; Laki-Iaki yang berhubungan seks dengan laki-Iaki (LSL) dan Waria; Pekerja Seks; Perempuan, termasuk Lesbian dan Remaja.
ICAAP ke-9 ini juga akan menampilkan Asia-Pacific Village yang merupakan tempat santai untuk memperlihatkan keberagaman budaya kawasan melalui diskusi kelompok, kegiatan pendidikan informal, pertunjukan kesenian dan budaya, serta pameran keterampilan dan makanan kecil yang dibuat oleh mereka yang hidup dan terdampak oleh HIV dan AIDS.
Sebelum upacara pembukaan pada 9 Agustus, Ibu Ani Bambang Yudhoyono yang juga Duta AIDS Indonesia bersama Duta AIDS Australia Murray Proctor akan mengadakan sebuah Pertemuan Tingkat Tinggi Duta AIDS. Pertemuan ini akan membahas peranan Duta AIDS di kawasan
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ika Nazaruddin
Pacto Convex
Ph 62-21 571-9973 Ika_nazar@cbn.netid
Congress Coordinator
Ph 62-21 571-9973 elis.widen@icaap9.org
Ristya Paramita
Public Information Officer
Ph. 62-21-39838845/46 ristya.paramita@icaap9.org
